Didi Kempot & "Racing Station" dalam Kenangan

Saya hanya ingin menulis ulang tentang DIDI PRASETYO atau DIONISIUS PRASETYO
yang biasa disapa dengan DIDI KEMPOT.

Beliau dipanggil Allah pada hari ini Selasa, 5 Mei 2020 Jam 07.45 di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo pagi tadi.

Seperti saya sampaikan di awal, ini adalah tulisan ulang dari artikel yang pernah saya buat pada Agustus 2017 di RagamInfo.com

Courtesy of kompas.com
==========
Wis tak coba nglalelake 
Jenengmu soko atiku
Sak tenane aku ora ngapusi
Isih tresno sliramu

Yo mung siji dadi panyuwunku
Aku pengin ketemu
Senajan sak kedeping moto
Kanggo tombo kangen jroning dodo

("Sewu Kutho" by Didi Kempot)

Terjemahan bebasnya :

Sudah ku coba lupakan
Namamu dari hati ku
Sejatinya ku tak mampu berbohong
Masih cinta diri mu

Hanya satu permintaan ku
Aku ingin bertemu
Meski hanya sekejap mata
Untuk pengobat rindu dalam dada


Hadeh ... untuk yang belum bisa move on
Pas deh lirik lagu dari DIDI KEMPOT di atas
Dan jujur ...
Saya juga sangat menikmati lagu itu

Musik yang easy listening pasti ...
Liriknya yang romantis juga ...
Mungkin anda tahu bahwa saya penikmat musik
Meskipun paling suka adalah aliran rock, terutama progressive rock, hard rock dan heavy metal
Bukan berarti menutup diri dari menikmati musik lain, apalagi yang syairnya puitis

Jadi hari ini saya sengaja mengangkat nama DIDI PRASETYO alias DIDI KEMPOT.
Lelaki kelahiran Surakarta tanggal 31 Desember1966 ini adalah seorang penyanyi campursari.

Dari Wikipedia saya sitir ...
DIDI KEMPOT adalah putra dari pelawak terkenal dari kota Solo,
Ranto Edi Gudel (Almarhum),
yang lebih dikenal dengan nama mbah Ranto.
Sementara  DIDI KEMPOT juga saudara kandung dari almarhum Mamiek Prakoso,
pelawak senior Srimulat, yang meninggal pada tahun 2014 lalu.
Boleh dikata  DIDI KEMPOT adalah penyanyi campursari kebanggaan kota Solo.
Namanya disejajarkan dengan Gesang (maestro keroncong).

Sedangkan kapanlagi.com mengekspose berita
musisi/penyanyi yang dulunya berprofesi sebagai pengamen.
Selain Iwan Fals, Gombloh dan Mbah Surip ... DIDI KEMPOT juga terpampang namanya disitu

Saat putus SMA, DIDI KEMPOT menjual sepeda pemberian Ayahnya untuk membeli gitar.
Dari situ dia pun mulai mengarang lagu dan mengamen dari rumah ke rumah.
Ditolak diusir hingga dikejar anjing menjadi santapan sehari-hari DIDI KEMPOT.
Namun tekadnya untuk menghibur orang tak pernah padam. 
Hingga akhirnya dia memutuskan untuk merekam lagu ciptaannya dan meledak hingga ke Suriname.

DIDI KEMPOT menjadi panutan pengamen di Solo. 
Pernah memberikan petuah kepada pengamen untuk menyanyi 
karena kecintaan akan lagu bukan karena uang semata. 
Termasuk juga mengajak pengamen untuk mengasah kemampuan mencipta lagu.
Kejayaan Srimulat yang mengantarkan kecukupan materi pada almarhum ayahnya,
tidak melenakan DIDI KEMPOT.
Berangkat ke Jakarta, dan tidak mau menumpang hidup pada almarhum kakaknya yang juga pelawak sukses.
Lebih memilih tinggal bersama kawan-kawannya,
dengan mengontrak sebuah rumah yang mepet dengan kandang kambing.
DIDI KEMPOT benar-benar berangkat dari nol.

Meskipun DIDI KEMPOT mengakui bahwa
masuk dapur rekaman melalui Mamiek yang mengenalkan dirinya pada musisi Pompi.
DIDI KEMPOT pun diajak rekaman setelah melalui tes dengan lagu andalan "We Cen Yu".
Akronim dari "Kowe Pancen Ayu" ... so bukan lagu Mandarin ya ... Hahaha
"We Cen Yu" inilah yang mampu secara perlahan merubah kehidupan DIDI KEMPOT.
(www.tjroeng.com)

Nah ...
Sudah tahu kan hubungan judul di atas dengan DIDI KEMPOT 
Didi Prasetyo & "Racing Station"

Kalau RACING STATION ... ?
Itu bahasa Inggris ngawur dari salah satu judul hits DIDI KEMPOT 
Yaitu "STASIUN BALAPAN"
Hahaha

Ini hari Minggu Bray
Jangan terlalu serius ...
Nyanyi yuk


STASIUN BALAPAN

Ning stasiun balapan
Kuto solo sing dadi kenangan
Kowe karo aku
Naliko ngeterke lungamu

Ning stasiun balapan
Rasane koyo wong kelangan
Kowe ninggal aku
Ra kroso netes eluh ning pipiku

Da a… Dada sayang
Da… Slamat jalan

Reff:
Janji lungo mung sedelo
Jare sewulan ra ono
Pamitmu naliko semono
Ning stasiun balapan solo

Jare lungo mung sedelo
Malah tanpo kirim warto
Lali opo pancen nglali
Yen eling mbok enggal bali





Sumber: https://www.ragaminfo.com/2017/08/tahukah-anda-didi-prasetyo-racing.html


Share this

Add Comments


EmoticonEmoticon